Subscribe to RSS

Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 34 : Mengalami Pacaran Tiap Hari

Kita telah tiba di bagian akhir materi Online Class Sekolah Orangtua. Di materi kali ini kita akan membahas tentang bagaimana kita menjaga relasi dengan pasangan sebagai pondasi untuk memperoleh energi dalam mengasuh dan mendampingi anak-anak kita.

Relasi dengan pasangan sangatlah penting dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangga dan memberikan teladan yang baik kepada anak-anak tentang bagaimana kita harus bersikap dengan orang lain dan lawan jenis.

Dalam berbagai kasus terapi seringkali saya menjumpai akar masalah dari problem seorang anak adalah renggangnya relasi antar orangtua – dalam hal ini adalah suami istri. Hal ini bisa berdampak pada sikap anak yang menarik diri karena ia merasa tak berdaya.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 33 : Menangani Krisis dengan Pasangan

Jika kita berbicara tentang kehidupan berumahtangga bersama pasangan maka mau tak mau kita harus siap membicarakan tentang kemungkinan adanya ketegangan yang bisa terjadi antar pasangan. Semulus apapun perjalanan yang kita harapkan ketegangan antar pasangan tak terhindarkan. Yang membedakan hanyalah waktu terjadinya dan skala ketegangan.

Mengapa hal ini tak terhindarkan? Karena setiap dari kita membawa pengalaman masa lalu yang berbeda. Pengalaman yang berbeda ini membentuk persepsi yang berbeda. Ketika dua insan manusia mengikat janji perkawinan untuk hidup serumah maka itu juga berarti bertemunya dua persepsi yang berbeda dalam satu rumah. Tidaklah mudah untuk menyatukan hal ini. Yang bisa dilakukan hanyalah sebuah kompromi setahap demi setahap.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 32 : Penanganan Krisis dengan Anak-Anak

Krisis merupakan bagian dari hidup. Dalam keluarga kami, krisis kami maknai sebagai ujian. Jika kita ingin naik kelas maka kita perlu melewati ujian terlebih dahulu, bukan ?

Dalam sebuah keluarga krisis dengan anak kemungkinan akan terjadi karena anak merupakan seorang manusia juga yang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda dengan kita. Hanya dengan benda mati saja, yang dapat dipastikan tidak akan terjadi krisis karena mereka relatif akan “menurut” kepada pemiliknya, kecuali kalau mereka rusak/mati. Perbedaan pikiran dan perasaan ini yang dapat menjadi pemicu terjadinya konflik.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 31 : Syarat penting suatu ritual keluarga

Halo para orangtua Indonesia, jumpa lagi di program Online Class Sekolah Orangtua. Kali ini kita akan membahas materi penting tentang bagaimana membuat sebuah ritual atau tradisi menjadi benar-benar bermakna dan memiliki kesan mendalam.

42-21255264

  • Membuat seseorang merasa spesial dengan perayaan / adanya kejadian tersebut. Dengan ritual atau tradisi tertentu seseorang dapat mengidentifikasi keunikannya atau kekuatannya sehingga makin menyadari keberadaannya sebagai individu yang diterima dan dicintai oleh orang-orang di sekitarnya. Contohnya tiap saat membacakan cerita untuk anak menjelang tidur malam sang anak merasakan bahwa ia penting karena papa atau mamanya benar-benar berfokus pada dirinya. Anak akan menyadari cepat atau lambat bahwa ia benar-benar penting bagi papa atau mamanya karena papa / mamanya meninggalkan semua aktivitasnya dan membacakan cerita untuknya. Ikatan emosi antara anak dan orangtua juga makin kuat

Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 30 : Menciptakan ritual keluarga

Saat kita kecil apakah kita pernah menantikan sebuah acara bersama keluarga kita? Seperti misalnya perayaan suatu hari bersama keluarga besar disertai pesta sampai malam hari mungkin? Atau liburan bersama keluarga? Atau mungkin kumpul bersama keluarga di rumah kakek atau nenek di hari raya keagamaan tertentu sambil bergurau dan makan-makan?

42-19745233

Ya … suatu peristiwa yang direncanakan jauh sebelumnya dan menjadi tradisi bagi keluarga kita disertai dengan ritual tertentu saat menjalaninya. Suatu peristiwa dimana kita menyadari bahwa kita sebagai bagian dari sebuah keluarga yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Suatu peristiwa yang menjadi jangkar bagi terbentuknya nilai hidup dan keyakinan yang kita miliki.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 29 : Bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat serta membela dan setia pada anggota keluarga kita beserta dengan yang terlibat bersama dengan keluarga kita

Halo para orangtua Indonesia, jumpa lagi dalam materi Online Class Sekolah Orangtua. Minggu lalu kita telah membahas bagaimana menentukan aturan main dalam sebuah keluarga. Aturan main akan membuat ritme dalam keluarga terjaga karena setiap anggota tahu apa yang akan dan harusnya terjadi.

Poin berikutnya yang penting setelah menentukan aturan main adalah bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang kita ambil. Sekedar mengingatkan saja setiap tindakan yang kita ambil memengaruhi setiap anggota keluarga yang hidup bersama kita. Setiap pilihan tindakan atau pemikiran yang kita ambil memberi warna pada hidup setiap anggota keluarga yang lain.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 28 : Menanamkan dan menumbuhkan standar perilaku dalam keluarga

Halo Para Orangtua Pembelajar. Salam jumpa kembali bersama kami melalui pembelajaran online Sekolah Orangtua. Tidak terasa, saat ini kita telah memasuki minggu ke 28.

Kita telah membahas mengenai nilai keluarga yang berimbas pada budaya keluarga, ritme keluarga yang akan berdampak pada rutinitas keluarga di minggu-minggu sebelumnya. Kali ini, kita akan membahas mengenai standar perilaku yang perlu ditanamkan dalam sebuah keluarga.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 27 : Membantu anggota keluarga memperkuat “Identitas Keluarga”

Halo para orangtua Indonesia, bagaimana hasil penerapan materi minggu lalu tentang membangun pondasi bagi ‘family culture’ Anda? Apakah perubahan positif yang nampak? Jika Anda belum melakukannya maka ada baiknya mencari waktu dengan pasangan untuk membicarakannya. Beberapa orangtua memiliki rasa enggan untuk memulai hal tersebut karena menyangkut perasaan aman dalam dirinya sendiri. Kita merasa enggan untuk berubah karena itu melibatkan kita juga. Kita merasa telah nyaman dengan apa yang ada pada diri kita walau hal tersebut kita sadari kurang baik. Namun keputusan akhir tetap di tangan masing-masing. Coba pikirkan apa benefit dari tidak berubah dan apa benefit dari perubahan? Lalu pikirkan juga apa efek negatif dari berubah dan tidak berubah.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 26 : Memperkuat nilai-nilai positif dalam diri setiap anggota keluarga

Nilai hidup adalah sesuatu yang sangat penting. Nilai hidup adalah kristalisasi pengalaman dan keyakinan. Nilai hidup terbentuk sedikit demi sedikit dan mengeras seiring dengan berjalannya waktu. Nilai hidup akan menjadi pegangan dalam mengambil keputusan penting. Nilai hidup melekat kuat melalui proses tumbuh kembang seseorang bersama dengan keluarganya. Nilai-nilai dalam keluarga akan menjadi sebuah faktor penentu terbentuknya ritme dalam keluarga.

Keluarga yang memegang nilai kejujuran mengalami ritme berbeda dengan yang tidak mementingkan kejujuran.

Keluarga yang memegang nilai ketenangan dalam berkomunikasi dan saling menghargai satu sama lain mengalami situasi yang berbeda setiap harinya dibanding keluarga yang hanya berorientasi tugas.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 25 : Menciptakan arah dan ritme yang dapat diprediksi

Segala sesuatu dalam alam semesta memiliki ritme / irama. Matahari keluar dengan irama tertentu demikian juga bulan. Di dalam tubuh kita jantung pun memiliki irama tertentu memompa darah ke seluruh tubuh.

Saat janin masih mendekam di dalam rahim ia mendengar detak jantung yang terus menerus dan lembut dari ibunya. Dan ini berlanjut saat si ibu menimangnya dan mendekapnya di dada begitu ia keluar dari rahim.

Ya irama adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup ini. Anak-anak memerlukan ritme dalam hidupnya. Ritme ini pada awalnya belum ada dalam diri mereka. Kita – orangtua – yang perlu mengkondisikan mereka.


Written by Tim Online Class on September 8th, 2009

Minggu 24 : Hormati dan hargai secara terbuka peran serta dan kontribusi masing-masing anggota keluarga

Dalam sebuah keluarga yang harmonis dan saling terhubung setiap anggota keluarga memiliki peran dan tujuan masing-masing. Setiap anggota keluarga seharusnya menyadari dan tahu bahwa mereka masing-masing memiliki kontribusi tertentu dalam keluarga tersebut. Ketidakberadaan mereka akan membuat segala sesuatunya berbeda.

Saat seorang anak lahir maka otomatis muncul peran ayah dan ibu. Tanpa anak maka sepasang kekasih yang menikah tak bisa disebut ayah atau ibu,bukan? Baru setelah memiliki anak maka sebutan ayah dan ibu mulai muncul dalam sebuah keluarga.

Ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda tergantung dari pembagian tugas masing-masing. Tak ada peran yang lebih penting diantara keduanya. Sama-sama penting. Sangat disayangkan apabila ada seorang suami yang mengatakan bahwa ‘peran ibu rumah tangga’ itu kurang berarti dibanding ‘peran menghasilkan uang’.


Simpler Computing - Wordpress Plugins - Help Desk Plugin